Blog Pribadi San-San

  • home
  • About Me
  • Facebook
  • Sitemap
  • Twitter
  • Kemudian
  • Wattpad
  • Word Counter
Tampilkan postingan dengan label bukan cerbung. Tampilkan semua postingan

Don't Starve : Bertahan Hidup Di Tengah Alam Liar (#1st Post About 'DS')

Udah lama gue nggak ngepost apapun di blog ini. Selain karena sibuk kerja dan lagi belajar ngedesain grafis (khususnya WPAP art), kepala gue emang bandel banget. Tiap nyari ide buat ngepost cerita, pasti susah dapetnya. Eh nggak, ini bukan susah dapet ide tapi emang beneran nggak dapet-dapet. Saking pusingnya, bahkan kegiatan mosting cerita di grup OGCPI aja udah gue tinggalin, entah kapan mau balik lagi. Makanya jangan heran kenapa gue jadiin kegiatan desain grafis sebagai pelarian. Apalagi emang gue beneran pengen banget bisa ngedesain grafis kayak sebagian besar temen-temen gue.

Tapi inti dari postingan kali ini bukan ngebahas seputar desain grafis. Melainkan seputar game yang biasa gue mainin tiap kali gue istirahat ngedesain grafis. Yap, sesuai judul di atas, gamenya nggak lain nggak bukan nggak salah dan nggak beda adalah :




Kenapa gue suka game ini? selain karena spek minimumnya yang ringan, gue suka ama konsep permainannya. Yaitu bagaimana kita bisa bertahan hidup selama mungkin di tengah kondisi alam yang tak bersahabat dengan memanfaatkan hasil-hasil alam yang bisa ditemukan sebagai media 'menyambung hidup' ataupun pertahanan diri. Kalo misalnya temen-temen suka ama kegiatan ala pramuka yang 'kemah-kemahan' gitu, game ini adalah salah satu yang gue rekomendasiin.

Kalo penasaran, monggo sedot file instalannya di:


OCEAN OF GAMES



Atau kalo mau liat kayak apa gamenya, silahkan subscribe salah satu youtuber gamer yang videonya ngebahas seputar game ini yaitu:



<Link Channel Markiplier>


Mungkin kalo diliat dari tampilannya yang sederhana, temen-temen bakalan mikir, 'ah elah, receh amat gamenya'. Eit tunggu dulu, kayak ungkapan 'jangan nilai buku hanya dari sampulnya' maka untuk game satu ini ialah 'jangan nilai game ini hanya dari grafiknya'. Sekali nyobain game ini, pasti bakalan ketagihan. Terbukti, gue makin jarang online tengah malem gara-gara nih game :v


Kalo mulai tertarik, silahkan dah liat videonya di channel yang udah gue lampirin di atas. Kalo beneran pengen coba, link download di atas udah siap. Udah nginstal dan siap main? oke, buka gamenya sambil lanjut baca ke bawah.




Di awal permainan, kita bakalan dikasih karakter awal bernama Wilson. Nantinya semakin XP kita nambah banyak seiring waktu, kita bakalan dapet karater lain yang lebih bagus. Gue pribadi sih paling suka make Willow sama Wendy, selain karena dua-duanya sesama cewek kecil yang cantik dan imut (penyakit pedo TS kambuh nih), mereka punya skill berbeda yang cocok sama cara main gue. Nanti gue jelasin di postingan berikutnya (itupun kalo gue masih idup, halah -_- ).



Oke, selain karakter, kita juga dikasih pilihan untuk bikin arena kita sendiri. Maksudnya disini kita bebas nentuin seberapa banyak item yang mau dimunculin ke dalem game. Kalo masih bingung, biarin aja semua opsinya ke settingan default. Kalo settingan gue pribadi sih ... postingan berikutnya dah. Satu hal yang pasti, mendingan semua pilihan jangan diubah ke 'lots'. Sebab nggak semuanya itu item yang emang penting untuk kita. Ditambah lagi, ada beberapa item yang cuma bisa didapet dengan cara ngebunuh binatang buas. Kalo kita belum jago dan malah pilih 'lots', yang ada tuh binatang bakalan ngebunuh kita.



Lets play! Oke, di dalam permainan, di posisi kanan atas ada tiga meteran yang berbeda yaitu lambung, otak, dan hati. Lambung adalah tingkat perut kita, otak adalah tingkat kewarasan kita, dan hati adalah Health Point atau 'darah' kita. Pastiin tiga-tiganya selalu dalam keadaan stabil. Satu aja dari mereka ada yang abis, tewaslah karaktermu di game alias game over. Dan di game ini, nggak ada yang namanya ngelanjutin lagi kalo udah mati. Sekali mati, ngulang lagi dari awal. Sayang banget kan kalo seandainya saat itu kita dapet item langka.








Di posisi paling kiri ada pilihan item yang bisa dibikin dengan item/bahan yang kita dapetin. Ada item perkakas, alat bertahan hidup, senjata, mesin sains, pakaian, de es te. Dan di bagian paling bawah yang bentuknya kotak-kotak itu ialah slot yang nantinya bakalan keisi ama item-item yang kita pungut, slot itu juga bisa ditambahin nantinya dengan cara bikin backpack atau cari bola mata untuk ngendaliin chester. Anjing piaraan yang bisa bawain item kita sebanyak sembilan slot.







Sebelum gue tutup postingan kali ini. Gue saranin, sebisa dan secepat mungkin di awal permainan, sambil nyari item-item kayak log, flint, grass, sapling, rock dan item-item makanan, sebisa mungkin, temen-temen harus ngumpulin tujuh bongkah golden nuggets. Emang buat apaan? Caranya gimana? sampai jumpa di postingan kedua.




Udah nggak usah discroll lagi. Postingannya abis, gue mau bobo.

[ #3 Diary ] What's Happening on My August? (E.W.)


Its september soon, yes I know its too late to writting something happen on my august (or shoud I say my crazy august). But, is alright to retold that, right? What? I dont tell anything?

Yep, many things happen on month's ago. Such as Independence Day for Indonesia (Happy Birthday, my beloved country), my graduation from D3 college, a plan to moving back to Java Island, and many more good things.

What about my shitiest moment? of course like my FB friends who fight agains another just cause misunderstand. And this will be my fucking worst moment on social media homepage.

Let me tell you something about this. The one is actually a pure 'big ego' guy. He always felt the most correct about his argument, and never budge to anyone who disagree to him. And that make the other women piss off. So, the women block him from her FB profile.

You thing its over? I dont think so ...


After a while, she's update a status and tell to anyone that she's already blocking the guy. BUT ... she's also writting the guy name. Its seems like she want to tell this shit to her FB friends, sounds spoiled isn't it?

I mean, come on! Could both of you be grow up? Dammit, this fucking things ruin my good things about you. Let me make this straight up for you. You (the guy), please man, keep your words gently and not offend the people, and you (the women), you have a child and i mean youre not a child anymore. Be wisely about your attitude, even on social media.

Huuh ... sounds like Im piss off too, eh? No, I just hate this moment happen on my homepage. I hope this is the last one and never happen again on the next time and i mean EVER.



SO SEPTEMBER, GIMME SOMETHING FRESH PLEASE !!!

[ Cerita Kiriman ] Hari Ini Langitnya Kelabu



Aku ingin pulang setelah seharian otakku disesaki rumus yang bahkan tak ku mengerti. Namun saat butir butir hujan itu mulai menyapu lengan seragamku, aku tiba tiba teringat aku masih ada janji bertemu denganmu. Wajahmu seketika terpampang di hatiku; aku membayangkanmu berteduh dalam hujan sambil terus menantiku. Maafkan aku, Amie, kesekian kalinya, aku lupa lagi.

Dengan cepat aku berbalik dan berlari ke belakang kantin yang luas. Berharap sosokmu yang kecil dan polos masih di sana, bersandar ke pohon cherry kesayanganmu. Langkahku melambat saat aku menemukanmu, terdiam malu malu dengan seragam putih abumu yang sempat terceceri rintikan air.

Aku mendekat dan bayanganku segera menutupi seluruh tubuhmu. Tentu saja. Aku anak kelas 12, dan kau, anak kelas 10. Aku laki laki dan kau perempuan. Ada selisih tinggi yang jauh di antara kita.

"Sudah lama di sini? Im sorry, Amie." Sapaku halus. Namun kau tak bergeming, kau terus menatap pohon cherry di kirimu. Sedangkan aku, kau anggap seperti patung liberty yang tengah diguyur hujan gerimis.

Kau tak mau memandang wajahku. Sengaja kau menguji kesabaranku. Namun aku memang pantas, karena aku memang sudah sering lupa akan janji pertemuan yang kubuat sendiri.

"Kak, kenapa tidak pulang saja? Kenapa masih datang ke sini? Kan bagi kakak tidak penting." Sindirmu dengan serius. Namun percayalah Amie, bukan malah membuat aku marah, aku malah semakin gemas terhadap dirimu. Secepat kilat aku mendekap cinderella cantikku yang ada di hadapanku. Kepalamu hanya sampai dadaku, namun itu tak masalah Amie. Sungguh tak masalah.

Kurasakan beberapa detik kebahagiaan itu yang seolah setara dengan ribuan tahun ketika kau berada dalam dekapanku.

Kau tercekik olehku. "Stop--stop it, aku tak bisa bernapas kak..."

Kau terbatuk batuk dan megap megap. Aku melepaskannya. Maaf jika aku kasar Amie. Aku tak pernah hebat dengan wanita.

"Lain kali jangan telat ya, kakak selalu telat." Ucapmu sedih.

"Untuk kesekian kalinya," aku memberi jeda. "Jangan panggil kakak. Panggil Geardo." Aku benci dipanggil kakak olehmu. Umur bukan penghalang untuk suatu cinta yang tulus.

Kita diam berdua. Kau menyandarkan kepalamu padaku dengan pelan. Saat mendengar irama hujan, entah kenapa Amie, aku teringat kali pertama kita berpapasan muka. Waktu itu hujan juga, aku datang ke kelasmu untuk mendata orang yang ingin masuk ekskul.

Kau mengacung. Aku menoleh. Saat itulah mata kita terpaut.

Kini, kita sudah seperti ini Amie. Aku tak tau kapan hatiku mulai tercuri olehmu, karena itu semua sudah tak penting, bukan begitu Amie? Aku sempat heran, mengapa aku memilihmu Amie. Kau gadis baik, bermuka lucu dan bertubuh pendek. Sedangkan teman baikmu, Ariez itu luar biasa menarik bagi kaum adam. Dia punya bodi sempurna, mata elok, paras bidadari, siapapun takkan bisa menolak kharismanya. Namun--anehnya--aku memilihmu, Amie.

Aku terus melirik mukamu yang polos dan putih. Aku mencari ekspresi ekpresi apapun di mukamu dengan teliti. Kuperhatikan matamu yang hitam, hidung pesekmu. Dan astaga bibir merah mudamu yang indah. Tiba tiba aku ingin sekali merasakannya. Sekali saja. Sekali saja aku melumatnya.

Sial.

Aku benar benar jatuh cinta denganmu.

Kita pun pulang setelah hujan reda dengan berjalan kaki. Masih ingatkah kau Amie saat itu terjadi, bulan Juli, di sore yang indah itu?

***

Setelah itu, beranjak minggu dan bulan. Aku mulai bosan denganmu. Kurasa itu memang hakiki dari sebuah komitmen dan janji yang kita ikat. Hubungan yang terlalu datar.

Aku menginginkan lebih, dan aku tak tahu kapan waktunya berhenti.

Amie, saat aku bilang aku tak tertarik dengan Ariez, ternyata itu hanya di ucapan saja. Namun aku tak bermaksud mengkhianatimu, sungguh, Amie. Tiba tiba Ariez sang cassanova wanita dan juga sahabatmu itu memilihku dari semua pria. Ia menembakku. Maafkan aku, Amie. Sebenarnya waktu itu aku sangat ingin menyetujuinya. Nafsuku berkata, "Ayo, apa lagi yang kau tunggu! Ini kesempatan emas, jangan lepaskan wanita sexy dan cantik itu. Banyak lelaki yang mengantri untuk mendapatkannya." Hatiku berkecamuk hebat.

Haruskah aku menerimanya saja, dan meninggalkanmu?

Namun aku tiba tiba teringat masa masa pertama kita. Tanpa sadar aku tersenyum sendiri--saat lintasan memori waktu pertama kali aku mengajakmu makan, dan kau masih malu malu padaku. Aku berkata bahwa kau itu lucu, dan akan selalu begitu. Jantungku melompat lompat dengan kasar menunggu reaksimu waktu itu. Hanya berapa penggal kata itu mampu membuat pipimu merah seperti kepiting rebus, dan kau salah tingkah dengan parahnya.

Aku pun sudah kokoh. Surat cinta yang diberikan oleh Ariez hanya aku simpan di dalam laciku. Aku menolak cintanya.

Terkadang kesetiaan itu lebih penting, daripada memulai cinta baru.

Namun, itulah petaka pertama. Karena aku tak langsung membuang surat itu. Kau menemukan surat itu suatu hari. Hubungan kita yang awalnya seperti embun di surga itu mendadak terasa menyakitkan dan berubah menjadi jarum yang menghujam hati. Kau mendadak dingin terhadapku, seolah kita ini dua orang asing yang tak pernah berpapasan. Tak pernah lagi ada acara ketemu di belakang kantin yang ujung ujungnya aku selalu telat, ataupun acara makan bersama dan tertawa bersama. Kau mengira aku menerima Ariez dan bermain Romeo-Juliet di belakangmu. Dan kau memilih memisahkan duniamu dan duniaku. Diammu adalah satu satunya jawaban untuk pertanyaan pertanyaanku.

Seminggu penuh kau melancarkan sakit hatimu. Pada sabtu, aku melihatmu dalam keadaan lusuh dan lemah. Kau tengah berdiri mendengarkan headset di perpustakaan yang sudah tak ada orang kecuali sang penjaga. Kau memejamkan mata, menghentak hentakkan kakimu dan menggelengkan kepalamu, seolah memaksa sekali untuk menyatu dengan musik yang kini kau dengar. Dan dari kelopak matamu yang indah, mengalir tiara matamu melintasi pipimu. Apapun itu, aku merasa sesuatu yang sakit di balik dadaku.

Kau begitu menghayati lagunya, sehingga kau sama sekali tak sadar dengan aku yang tepat di depanmu--memperhatikan betapa kau menikmati setiap ketukan iramanya. Kau melantunkan nadanya dengan suaramu yang bergetar.

"I have died everyday waiting for you… Darling dont be afraid i have loved you…
For a thousand years…"


Dan aku melanjutkan frase selanjutnya dari lagu favoritmu itu.

"I'll love you for a thousand more…"

Kau sontak membuka matamu, keluar dari dunia fantasi musikmu, dan menatap aku tepat di mata. Kau begitu lusuh, Amie. Aku mendekapmu dengan sangat erat. Aku takut kehilanganmu hanya karena kebodohanku. Pelukan itu terasa hangat dan seperti pelukan dua orang kekasih yang bertahun tahun tidak bertemu. Beberapa detik berlalu, "Kenapa, Geardo? Kenapa?" Lirihmu dengan pelan.

"Aku tak pernah berselingkuh dengan Ariez, Amie. Dia memang menembakku, tapi aku menolaknya. Aku serius, baby girl."

"Benarkah?"

"Ya, Amie. Aku serius."

"Maafkan aku,"

"Tak perlu, karna aku yang salah."

Kita bercengkrama seperti dulu. Hari itu sudah malam. Sekitar jam 6 kita pulang. Kau ke utara aku ke selatan. Aku pulang dengan hati berbunga bunga. Kau memberikan banyak warna ke dalam kanvas hidupku, Amie. Aku ingin kau melukis hatiku dengan lebih banyak warna lagi.

***

Aku tak tahu, takdir berkata lain. Saat aku kesekolah, aku mendengarkannya. Tadi malam, kau terkena serangan jantung mendadak dan meninggal di tempat. Itu kata guru yang mengumumkannya dan meminta sumbangan sukarela. Amieku, apa kau tahu, waktu itu duniaku runtuh, menimpaku, dan menenggelamkan seluruh kenangan kita?

Apa kau tahu, bagaimana sendi sendiku terasa dilolos satu persatu dari badanku. Apa kau tahu betapa otakku dibanjiri kemarahan pada nasib? Apa kau tahu, betapa aku ingin meninggal dan menyusulmu saja? Apa kau tahu, hatiku terus memberitahuku, kau sudah meninggal.

Dan apa kau tahu, duniaku telah mati saat kau pergi?

Kenapa? Kenapa sekarang Amie?

Kenapa kau tidak mau menungguku tamat SMA, selesai kuliah, menjadi mapan, menikahimu, punya anak yang lucu, dan menjadi tua--barulah kau boleh pergi, Amie. Namun sekarang, sekarang terlalu menyakitkan Amie. Terlalu menyiksa.

Aku tak sanggup menonton upacara pemakamanmu. Aku berdiri dari jauh, menatap iringan iringan seperti semut berpakaian hitam itu memasukkan jasadmu ke dalam tanah. Tiba tiba saja aku kembali dikuasai amarah. Aku berlari ke arah mereka. Tidak ada yang boleh memasukkan Amie ke dalam tanah! Amie masih hidup! Pikirku, lari dari kenyataan.

"Amie masih hidup! Jangan kuburkan dia! Woi! Dia sedang tidur!" Pekikku marah, aku berusaha menyeret jasadmu ke atas namun mereka mencegahku. Aku tahu aku begitu sedih hingga tak bisa melepasmu. Aku yakin kau yang di atas waktu itu pasti miris melihatku seperti ini.

Aku kemudian ditahan oleh beberapa orang. Dan saat tubuhmu dimasukkan kembali dan ditutupi tanah, tiba tiba--entah darimana--ada lagu A Thousand Years favoritmu terdengar mengalun lembut dari kejauhan. Aku teringat dirimu, dan hubungan kita yang baru saja baik kembali. Aku tak kuasa. Aku jatuh tak berdaya ke tanah. Menangis dengan sesugukan. Ini terlalu menyakitkan.

Kini, sekolah terasa sangat sepi dan menyakitkan. Teman temanku mengucapkan belasungkawa untukku. Namun itu tak ada artinya bagiku.

Untuk apa? Kau sudah pergi sekarang.

Sekarang aku selalu pergi ke belakang kantin sendirian sepulang sekolah. Waktu berlalu, dan aku belajar untuk menerimanya. Aku belajar untuk merelakanmu, Amie. Aku tak pernah telat lagi, Amie, sesuai permintaanmu. Namun itu pun sudah tak berguna. Kanvas hidupku kembali menjadi abu abu berkat tak tersentuh kebahagiaan yang tak bisa lagi kau berikan.

Namun ketahuilah Amie. Aku tak terbiasa tanpamu. Dengan ragu aku menatap rel kereta api di depanku. Aku berdiri di tengahnya, sembari menatap rombongan kereta yang sudah dekat. Berpuluh puluh orang menjerit histeris padaku, namun mereka takut untuk menarikku dari pembebasanku itu--karena mereka sendiri takut dibebaskan dari catur hidup. Aku telah kehilangan ratuku dalam catur hidup dan kini tak mungkin aku bisa menang lagi.

Rasanya pembebasan begitu dekat denganku. Aku merentangkan tanganku. Hal satu satunya yang ada di pikiranku hanya dirimu.

Seperti di lagumu,

-- aku akan mencintaimu seribu tahun lagi. --





Jarang-jarang nih, gua nulis cerita kiriman dulu baru nulis deskripsi awalnya. He he he, karena belum dapet ide buat nulis sesuatu jadi yaaa kali ini gua ngepost cerita kiriman lagi. Seperti yang baru aja dibaca tadi, cerita diatas adalah karya tulis dari Gracela Claren. Tentang kisah cinta sepasang kekasih bernama Gerardo dan Amie yang berakhir tragis. Dan jujur, gua pas pertama kali baca ini langsung keinget pacar pertama gua yang juga udah meninggal. Cuman, untungnya gua nggak ada niat sedikitpun buat bunuh diri, he he he.

Btw makasih udah membaca dan versi asli cerita ini bisa diliat langsung disini. Oke, itu aja dulu untuk hari ini dan selamat melanjutkan aktivitas.

:kiss

[ Cerita Kiriman ] Devourer Of Universe

Space ... space ... space. Yep, kalo dulu salah satu temen yaitu Bang Gerry sempet nulis cerita berjudul Fallen Angel sekarang ada lagi nih satu cerita bertema luar angkasa yang doi tulis. Tapi cerita ini ternyata udah lebih dulu diposting jauh sebelum Fallen Angel dipostingnya. Yang pasti dua cerita ini temanya masih seputar luar angkasa. 





Dan berhubung aku sendiri lagi kehabisan ide buat nulis SS dan nggak tau mau ngepost apa sebagai selingan di blog jelek ini karena akhir-akhir ini nulis cerbung mulu, jadi hari ini mau ngeshare cerita lagi. Yup, satu lagi karya Bang Gerry yang tadi dishare ulang. This is it ... Devourer Of Universe, Selamat menikmati.






Hari ini aku mau pergi ke observatorium dimana salah seorang dosenku bekerja, aku dan dia memang memiliki ketertarikan yang sama pada hal-hal yang berbau antariksa dan hari ini aku ingin bertanya padanya tentang sebuah obyek menarik yang dia temukan 3 hari yg lalu.


Saat aku sedang berjalan, kulihat sekitar 800m dari observatorium ada banyak sekali orang berkumpul bahkan ada beberapa polisi yang nampak berjaga di sana, aku hanya bertanya-tanya dalam hati apa yang terjadi.

Kulihat ada beberapa orang berseragam putih mengangkut sebuah tandu yg diatasnya ada sebuah
benda hitam panjang, argh... sudah pasti itu mayat,

"Hei,ada apa ini, siapa yang mati?" tanyaku pada beberapa orang polisi yang berjaga disitu.

"Apa anda mengenal korban? dia prof. Ramon, ditemukan tewas gantung diri di ruang observatorium tadi pagi oleh rekannya," jawab seorang polisi.

Oh tidak, Profesor Ramon, 3 hari lalu ia memberitahuku tentang sebuah obyek aneh yang ia temukan dan aku amat tertarik dengan obyek itu namun sekarang pupus sudah.

"Ya, dia adalah pengajarku di kampus, tiga hari lalu dia sempat memberitahuku tentang sebuah obyek misterius yang dia temukan, namun aku tak tahu mengapa dia mengakhiri hidupnya seperti ini," jawabku sambil tertunduk,

"Apa anda yg bernama Arjun?" seorang polisi bertanya padaku,

"Oh iya, ada apa?"

"Kami menemukan sebuah audio recorder di kantornya, kurasa pesan ini ditujukan untuk anda," kata polisi itu.

sambil menyerahkan sebuah alat perekam suara padaku. Segera kuterima alat itu dan kutekan tombol play,

"Arjun,dia akan datang..dia datang untuk menelan kita semua, aku mendengarnya... dia bicara padaku, selamatkan dirimu...!!!" rekaman berakhir dan suara Prof. Ramon tampak ketakutan sekali, ada apa ini, siapa "dia"?


Setelah memberikan keterangan di kantor polisi aku memutuskan untuk segera pulang. Kurasa aku harus segera tidur setelah lelah sepanjang hari memikirkan kejadian itu.

Entah malam itu aku bermimpi aneh, aku melayang di ruang angkasa sendirian dan itu terasa begitu nyata untuk dikatakan sebagai mimpi, banyak sekali bintang yang berkilauan tapi mendadak ada beberapa dari mereka yang meredup, dan di kejauhan kulihat ada sebuah planet berwarna biru, aku tak begitu mengetahui planet apa itu namun aku menduga kalau itu adalah planet Neptunus, dia begitu indah kalau dilihat dari sini, akan tetapi aku melihat ada sesuatu yang aneh, aku melihat ada sebuah obyek asing di atas planet tersebut, seperti sebuah vortex yang berputar-putar, hitam dan besar.

Tiba-tiba aku mendengar suara berbicara seperti berasal dari dalam kepalaku,

"Aku akan datang untuk menelan kalian semua, aku lapar dan aku selalu menjelajahi alam semesta ini, semua planet akan merasakan takdir yang sama dengan planet ini...." lalu kulihat planet yang biru itu perlahan menghilang ditelan oleh kegelapan yang berputar-putar.


Aku langsung terbangun dengan seluruh pakaianku dibasahi keringat dingin sementara itu tubuhku terasa lemas sekali, sial... apa yang sebenarnya kulihat dalam mimpiku tadi, benda langit aneh yang dapat berbicara melalui pikiran, itu amat menakutkan.


Aku lalu pergi mengambil minum di dapur, karena aku tak bisa tidur lagi, kuputuskan untuk menonton televisi, saat sedang sibuk memindah-mindah saluran, aku menemukan sebuah channel yang menyiarkan berita terbaru bahwa para peneliti di NASA terheran-heran dengan fenomena aneh menghilangnya beberapa planet beserta satelitnya di tata surya beberapa minggu ini dan baru saja mereka mengatakan bahwa planet Neptunus pun juga telah lenyap.


Aku mengernyitkan dahi dan terus mengikuti berita itu sampai pada akhirnya ada berita tambahan, tentang para pengamat di observatorium kutub utara yang mengatakan kalau mereka menemukan obyek raksasa yang berjarak hanya sekitar 50 juta tahun cahaya dari Jupiter, dan hasil analisis mereka tentang obyek itu mampu membuatku merinding ketakutan, mereka memperkirakan obyek itu adalah black hole, tapi mereka tak mengerti mengapa black hole itu bisa bergerak, tak satupun dari mereka yang mampu menjawab keanehan tersebut.


Disaat aku mematikan televisi, suara yang tadi kudengar di mimpiku seperti bergaung lagi dalam kepalaku,

"Aku lapar, aku akan datang untuk menelan planetmu...."

Aku memutuskan untuk menonton film kesukaanku di laptop dan melupakan mimpi yang baru saja kualami tersebut.


Beberapa minggu kemudian, di pagi hari saat aku baru saja terbangun dari tidur, aku mendengar ada seperti keributan di luar sana, aku segera melihat ke luar jendela dan kulihat banyak sekali orang berlarian di jalanan seperti segerombolan semut yang baru saja disiram air, tampaknya mereka berusaha lari dari sesuatu.

Aku keluar rumah dan jantungku serasa berhenti berdetak saat aku melihat ada sebuah pusaran hitam raksasa di langit, kulihat beberapa gedung mulai runtuh dan reruntuhannya bukannya jatuh ke tanah namun melayang ke arah pusaran tersebut.


Aku teringat kejadian di observatorium beberapa minggu yang lalu, Prof. Ramon benar, dia akan datang, dia... si penelan alam semesta telah datang dan dia telah berbicara padaku saat itu, namun sayangnya aku sudah tak sempat menyelamatkan diriku lagi.

[ OSS ] Berhala Modern (Satir di Sore Hari)









Ingatkah kau akan zaman dahulu? zaman dimana dengan bodohnya umat manusia memuja-muja benda mati. Menganggapnya sebagai Tuhan, bahkan meminta darinya segala hal yang kau inginkan.


Kau semedi di depan pohon besar. Menyiapkan sesaji dan memohon untuk kesuksesan. Ataupun meminta pada sosok boneka kecil berambut dan bertaring panjang, memintanya untuk menyakiti siapapun yang kau benci.


Di setiap pelajaran keagamaan yang kau pelajari. Kau mungkin mengetahui bahwa hal itu adalah bentuk dari budaya paganisme, pemujaan terhadap benda mati. Mungkin jika kau kaum muslimin kau akan menyebutnya 'syirik'. Terlalu mendewakannya hingga membuatmu lupa akan segalanya.


Perlahan, benda mati itu mulai mengendalikanmu.


***


Sekarang sudah abad ke 21


Harus kuakui, kalian semua semakin cerdas. Mampu menciptakan hal-hal luar biasa yang dulunya hanya sebatas fiksi. Laptop, Handphone, Mobil, semuanya adalah bukti dari kecerdasan yang kalian miliki. Namun yang paling kuakui ialah pencapaian terbaik kalian. Yaitu dunia online.


Di dalam bus kota, pria dan wanita duduk di bangku penumpang, terpaku menatap layar handphone mereka. Anak-anak memilih duduk di bangku taman menatap tab dan menolak jungkat-jungkit ataupun ayunan. Bayi-bayi menatap televisi dengan tatapan kosong seolah tidak mengerti dengan gambar dua dimensi lucu yang bergerak-gerak dalam layar itu. Pria dan wanita memilih di kamar, menatap nanar layar laptop dan PC mereka ketimbang berkumpul bersama di ruang keluarga.


Remaja pun kini memilih komik online ketimbang membeli komik langsung dari toko buku. Para suami lebih suka melihat situs porno ketimbang melakukannya langsung pada istrinya sendiri.

Bahkan mendownload film pun lebih dipilih ketimbang pergi sendiri ke bioskop. Semua memilih yang digital ketimbang yang real. Dan yang kumaksud, adalah semuanya. Apapun itu baik yang positif, maupun yang bodoh hingga yang mengganggu.


Kau mungkin akan beralasan "setidaknya hal itu tidak seburuk mencicipi narkoba ataupun seks bebas".


Tapi apa kau yakin dunia digital-mu aman sepenuhnya?


***


Oke, kau bisa sebut aku kampungan atau gaptek. Bahkan aku pribadi juga sebenarnya suka dengan pesatnya perkembangan teknologi dan informasi saat ini. Masalahnya ialah, ciptaan manusia selalu memiliki kelemahan, sekalipun itu adalah yang tercanggih. Kau mungkin sudah tahu, 'kelemahan' macam apa yang kumaksud.


Ya, benar ..., KECANDUAN.


Lalu apa kaitannya dengan omong kosong seputar berhala tadi?


Aku yakin kau sudah tahu apa maksudnya. Benar, kau semakin menjauhi kehidupan sosialmu.

Aktivitas di handphone semakin membuatmu sulit berkomunikasi secara langsung, benar?

Game online semakin membuatmu sulit membagi waktu antara istirahat dengan aktivitas fisik, benar?

PC di kamarmu membuatmu terpaku 24 jam non stop tanpa sedikitpun membuka jendela, benar?

Kau bahkan memilih membuat status doa ketimbang beribadah secara langsung, benar?

Bahkan pria pun kini menjadi pengecut dengan mengumpat lewat timeline ketimbang langsung menghajar orangnya, benar?




Intinya, kau mulai menolak kehidupan nyata-mu. Kau memilih menghabiskan waktu bersama 'mainan'mu hingga mendewakannya. Sisi sosialmu perlahan terkikis oleh unsur adiktif dalam konten-konten yang kau lihat dari layar. Jiwamu perlahan tenggelam dalam server-server mereka, hingga batinmu benar-benar ..., kosong.


Sekali lagi, benda mati telah mengendalikanmu.


Jika aku benar, selamat untukmu.


Kini kau tidak ada bedanya dengan pemuja berhala.

[ OSS ] Kenangan Dalam Mimpi

Sebenernya nih cerita deadline-nya kemaren. Tapi karena tiba-tiba putus koneksi (dan nggak ke-save) akibat kuota abis, jadi terpaksa nggak kuikutin nih cerita ke prompt terbaru di grup monday flashfiction gara-gara tenggat waktunya dah lewat. Tapi nggak pa pa kali ya tetep kupost disini, itung-itung buat postingan baru disini setelah sekian lama nunda-nunda Nephilim University yang harusnya udah lama dilanjutin ampe ke part akhir. Padahal aslinya di dunia nyata sih nggak sibuk-sibuk amat.

Oh iya, ngomongin soal monday flashfiction, ntar mau kubikin 'diary post' pertama yang sekalian ngejelasin apa itu monday flashfiction community, kali aja banyak yang tertarik buat gabung. Dah ah, udah kepanjangan nih. Langsung baca aja ya, enjoy the story and dont fuck yourself.





Kumatikan laptopku sebelum melangkah ke kamar mandi untuk mencuci kaki, seperti kebiasaanku yang sudah-sudah tiap menjelang tidur. Saat ini pukul 24.00 yang mana itu berarti enam jam lagi waktunya bagiku berangkat. Huh, satu malam lagi dimana aku terlambat tidur gara-gara sibuk ngalor ngidul di dunia maya bersama para sahabat yang sama gilanya denganku. Bukan berarti aku di dunia maya hanya sebatas mencari kesenangan saja, karena saat ini kebetulan aku sedang hobby membaca e-novel yang ditulis oleh para sahabat disana.

Kini kuhempaskan punggungku ke atas kasur dan kutarik selimut tebal itu hingga menutupi setengah tubuhku. Ingatanku memutar kembali rekaman berisi kenangan lima tahun lalu bersamanya. Aldista Ayu Deserawati, malaikat kecil yang pernah menjadi belahan jiwaku saat SMP dulu. Aku masih ingat saat kami bermain-main di taman belakang sekolah, duduk dibawah rindangnya pepohonan menatap burung-burung yang beterbangan di sana sini.

"Aku seneng bisa jadian sama kamu, apalagi kamu cewek pertama yang kupacarin dalam hidupku." Terdengar agak kekanak-kanakan memang, namun perasaanku lega bisa mengucapkan kalimat itu padanya.

"Walaupun kamu bukan cinta pertamaku, tapi aku berharap kamu jadi cinta terakhirku," balasnya manja padaku. Sama 'bocah'-nya kalimat yang diucapkannya padaku.

Jiwaku semakin terlena, melangkah menaiki anak tangga imajinasi memasuki portal bayangan masa lalu. Terasa jelas gambaran berlatar lima tahun silam bersetting kantin belakang sekolah.

"Kamu nggak pa pa, say?" Ayu melambai-lambaikan tangannya di depan wajahku.

"Eh, iya, aku nggak pa pa kok," sedikit tersentak saat kusadari bakso yang kami pesan tadi belum kuhabiskan.

"Kamu dimarahin lagi ya sama Pak Yani?" tanyanya. Aku jadi teringat saat Pak Yani memukul keras bahuku karena tidak membawa buku gambar di pelajarannnya. Sesuatu yang seharusnya sudah termasuk pidana perlanggaran undang-undang perlindungan anak atau semacamnya.

"Heeeh iya," jawabku sembari menghela napas.

Terasa permukaan tangan lembut itu mengusap pipiku penuh kasih sayang. Sepasang bola mata cokelat itu menatap lekat-lekat kearahku dengan ekspresi penuh kehangatan.

"Yaudah, lain kali jangan ketinggalan lagi ya buku gambarnya," ujarnya.

"Sebenernya sih bukan ketinggalan, tapi ...," terasa ragu saat aku akan melanjutkan kata-kataku.

"Ntar kutemenin ke tempat fotokopiannya Pak Mahmud buat beli buku gambar baru. Pake duitku dulu juga nggak pa pa kok." Seolah mengerti maksudku, tanpa ragu ia menawarkan diri untuk membantuku.

"Loh, tapi kan ...," kalimatku terpotong saat tangan itu menyomot bibirku.

"Buruan abisin baksonya, bentar lagi masuk kelas tuh," potongnya sembari tersenyum. Seolah mengajakku lomba makan cepat, dengan terburu-buru ia menghabiskan baksonya. Mau tak mau aku pun juga harus begitu.

Tiba-tiba aku jadi merasa bersalah. Sebab, dulu kami sempat putus karena mantan pacar Ayu yang tergolong ababil nakal di sekolahnya memaksa Ayu untuk balikan lagi dengannya. Sejak itu aku jadi malas untuk membalas semua sms-nya padaku. Maklum, aku memang tipe orang yang sulit untuk memaafkan orang lain, terlebih mereka yang membuatku sakit hati.

Dua bulan berlalu sejak putus darinya dan selama dua bulan itu pula aku selalu malas-malasan ke sekolah. Bangun pagi saja aku harus menunggu hingga ayahku memukul wajahku dengan stik baseball. Terasa menyebalkan hidupku saat itu yang serba berantakan baik di rumah maupun di sekolah. Pacaran dengan Ayu ibarat heroin penenang untuk setiap masalah yang bermunculan. Sayangnya, sejak ia pergi tubuh dan jiwaku serasa sedang sakau.

Hingga suatu hari, Aldi --sahabat baikku di sekolah mengajakku ke belakang taman. Disana, Ayu sudah menungguku setelah menyuruh Aldi --yang juga sahabat baiknya, untuk menemuiku dan menyuruhku menemuinya.

"Kamu mau apa?" tanyaku ketus. Saat itu aku sedang kesal padanya dan wajah itu bukanlah yang kuharapkan muncul di hadapanku.

"Hendra mutusin aku, dia sekarang berhenti sekolah gara-gara ngehamilin selingkuhannya," kubalas ucapannya dengan ekspresi datar yang sama saat ayahku memukul wajahku.

"Terus?"

Digenggamnya tanganku seraya ditatapnya mataku lekat-lekat. "Kita balikan lagi ya?"

Dengan angkuhnya, kuhempaskan tangan itu dan berlalu meninggalkannya. Tak kupedulikan seperti apa ekspresinya saat itu. Aldi sendiri hanya menghela nafas melihatku.

Terasa kesal selama beberapa hari hingga saat aku berjalan pulang, aku melihatnya terkapar di tengah jalan. Sepertinya, sepeda yang dikendarainya terguling mungkin karena terserempet kendaraan atau apalah.

Kepalang dia sudah melihatku, aku pun mendekatinya. Singkat cerita, kami pun tiba di rumahnya setelah kuantar ia pulang. Di rumahnya, dengan terpincang-pincang ia mendekatiku.

"Sandi, aku minta ma...,"

"Jangan diterusin," potongku. Kutatap sesaat wajah itu sebelum kulanjutkan kata-kataku.

"Seenggaknya kamu nggak pa pa," ujarku sembari menyunggingkan senyuman padanya.

Seminggu berlalu dan setelah memperbaiki hubungan kami, akhirnya kami pun jadian kembali. Aldi sebagai sahabat kami pun merasa ikut senang melihat keadaan kami yang sudah membaik seperti dulu lagi.

Bayangan beberapa waktu silam telah selesai, kembali ke bayangan saat ini. Sesuai janjinya, siang itu Ayu mengajakku ke tempat fotokopi Pak Mahmud untuk membelikanku buku gambar baru dengan uangnya --yang seharusnya dia belikan pulsa untuk sms'an denganku seperti biasa. Sebagai gantinya, malam itu aku harus menelponnya dengan pulsaku sendiri. Sepertinya dia berjuang sejauh ini sebagai tanda bahwa ia tidak ingin kehilanganku lagi. Aku sendiri menyesal, seharusnya langsung saja kuterima ia kembali saat Aldi mempertemukan kami waktu itu.

Kini kami saling berjanji untuk menjaga kepercayaan ini satu sama lain. Terus begitu bahkan hingga saat aku diizinkan ayahku untuk membawa sepeda motor ke sekolah.

Pernah suatu hari ia terserang penyakit hingga dua minggu lamanya ia tidak bisa bersekolah. Semata-mata untuk memberi perhatian dan membalas kebaikannya padaku, aku mengunjunginya yang tengah terbaring tak berdaya di rumahnya. Tiap pulang sekolah hingga sore hari aku menemaninya bersenda gurau, menyuapinya saat makan, ataupun duduk di dekatnya sembari mengusap lembut rambutnya.

"Kamu cepet sembuh ya," ucapku padanya.

"Iya, maaf ya udah ngerepotin kamu." Hanya tatapan sayang sebagai balasanku untuknya. Pernah satu kali aku kehilangan malaikat kecil ini, dan aku bersumpah aku akan lakukan apa saja agar tidak kehilangan dia lagi.


***


Piiip piiip piiiiiip ... Piiip piiip piiiiiip ...

Jam weker di meja dekat kasur menyala ketika angka yang ditampilkannya berupa kombinasi angka 5 dan 30. Perlahan kubuka mataku, mengumpulkan serpihan-serpihan jiwa yang sempat tercerai berai setelah menikmati mimpi berupa flashback lima tahun lalu. Walaupun aku tidak yakin apa 'menikmati' merupakan kata yang pantas. Karena sepertinya aku justru meratapinya.

Pagi yang kelam, berusaha kunikmati semangkuk sereal hangat yang kuseduh beberapa saat setelah mandi. Ukiran wajah itu seolah tak mau pergi dari kepalaku. Pagi itu wajahku terasa bagai monyet yang sudah seminggu tidak memakan pisangnya. Pucat, cemberut, datar, suram, entah kata apa lagi yang cocok untuk menggambarkan ekspresiku. Seolah wajahku ikut menangis bersama hatiku.

- Walaupun kamu bukan cinta pertamaku, tapi aku berharap kamu jadi cinta terakhirku. - meski sedang suram, takkan kulupakan kalimat itu.

Seolah menyemangatiku, sorot mentari pagi dengan gagahnya menerjang awan kelam diatas langit biru. Jumat ini akan menjadi hariku, kupacu motorku menuju kampus demi menyelesaikan hari terakhir dalam seminggu ini. Aku harus memacu semangatku sekencang aku memacu mesin 4tak beroda duaku. Walaupun aku sadar, sosok malaikat kecil itu sudah tidak lagi menduduki jok motorku.



Dan kuberuntung ... sempat memilikimu.

Bukit Besar, 24 Juni 2016.
(In Memoriam. ALDISTA AYU DESERAWATI / 1998 - 2009 )

Say HELLO to 2016 !!! Postingan Pertama Tahun Ini \ :D /

Sampai jumpa 2015, Selamat datang 2016 ... ! oke, bisa dibilang sekarang ntu hari keempat menjelang hari kelima di tahun 2016. Wah enak banget ya buat kalian yang masih ngebo di kasur a.k.a. masih dalem sempak suasana liburan. Disini di Politeknik Negeri Sriwijaya udah mulai aja aktifitas kuliahnya, mana laporan masih belom direvisi lagi, nggak tau kalo Univ. Muhammadiyah ama Univ. Bina Darma. Aaaarrrggghhhh ... nambah puyeng dah nih kepala. Sebenernya sih harusnya aku udah ada dirumah temen sekarang buat numpang nge-print revisi laporan, tapi berhubung diluar ujan dan nih sekawanan cacing perut lagi ngerusuh didalem usus a.k.a. lagi sakit perut, mending nulis lagi aja kali yak dimari.

Oh iya, mungkin temen-temen semuanya lagi dapet project baru ya, atau sekedar resolusi baru seputar target apa aja yang pengen dicapai tahun ini. Aku juga sama, niatnya sih mungkin untuk kedepannya, aku mau nge-share cerita-cerita horror bikinan temen-temen aku. Kenapa aku ngelakuin ini? soalnya kalo aku ada niatan mau bikin cerbung, mungkin cuma sinopsisnya doang yang bakal kuposting disini, atau preview update-an terbaru dari tiap chapternya. Soalnya nantinya semua cerbung terbaru bakal aku tulis di WATTPAD, maklum lah soalnya lagi ada project baru bareng temen.

Terus apa aja yang bakal kuposting disini nantinya? hmmm mungkin untuk sementara ini aku bakal ngasih rekomen sekitar empat cerbung di wattpad, atau berbagi keluh kesah (wahhh yang nggak kuat mending jangan dibaca ya), atau seputar musik juga boleh (kalo sempet). Plus kayak yang aku bilang tadi ... cerita-cerita horror bikinan temen-temen. Pokoknya ini blog kampret bakal terus diupdate dah. Kalo kalian ada saran juga boleh kok dikomenin disini.

Oh iya, sekalian promo nih ... kalo kalian punya akun wattpad trus mau share atau promo cerita kalian biar di-vote atau juga di-comment, kalian juga boleh kok join disini :

WATTPADERS INDONESIA
INDONESIAN WATTPAD CLUB

Masih sepi sih sebenernya, jadi kalo kalian emang beneran serius buat jadi penulis di wattpad, dan pengen banget share cerita kalian. Tuh dua grup diatas buat dijadiin rekomen. Oh iya, aku dapet info dari adminnya Indonesian Wattpad Club, katanya kalo itu grup udah beneran rame, nantinya mereka bakal bikin fanpage resmi disana buat bantu promo cerita-cerita yang dishare di grup IWC. So ... buruan gabung ya!

Dan selamat tahun baru 2016 ... Semoga tahun ini menjadi satu lagi tahun kejayaan kita !!!


Pengertian Creepypasta dan Penjelasan dari Beberapa Jenisnya


Sama seperti artis, pejabat ataupun public figure lainnya yang selalu menghadirkan trend, internet sebagai media komunikasi dan informasi juga selalu menghadirkan trend-trend baru yang beberapa diantaranya masih booming hingga sekarang. Mulai dari Meme, Anime, Game Online terbaru, dan masih banyak lagi. Dan diantara semua itu sekarang mulai muncul lagi satu trend yang sedikit berbeda. Creepypasta, yap. Bagi para maniak internet yang hobby berselancar pasti sudah tahu seputar Intertrend yang satu ini (InterTrend = Trend di Internet :v ).

Walaupun sebenarnya trend ini sudah lama ada dan booming di dunia maya mancanegara bahkan di Indonesia sendiri, namun baru beberapa tahun terakhir ini creepypasta mulai naik daun dan eksis di dunia maya lokal. Meski begitu tetap saja ada begitu banyak orang diluar sana yang terobsesi dengan creepypasta namun mereka bahkan tidak tahu pengertian dari creepypasta itu sendiri (termasuk aku juga sih 😂 LoL). Tidak banyak yang bisa ditemukan sejauh ini seputar creepypasta, namun disini akan dijelaskan seputar creepypasta yang berhasil dihimpun dari beberapa situs dengan sedikit tambahan.

Oke, biar nggak tambah panjang dan ribet, silahkan langsung baca paragraf dibawah.

Menurut keterangan dari berbagai sumber, creepypasta terbagi dalam dua kata yaitu 'creepy' yang berarti 'menakutkan' dan 'pasta' yang jika diartikan kedalam bahasa indonesia berarti 'cerita'. jadi bisa dibilang creepypasta adalah cerita yang menakutkan atau jenis bacaan yang menceritakan sesuatu yang cukup untuk membuat bulu kuduk merinding, walaupun sebenarnya tidak ada yang tahu kata 'pasta' yang diartikan sebagai cerita itu berasal dari logat bahasa mana. Di internet sendiri kata creepypasta diistilahkan sebagai kata slang dari 'copy paste', sebuah istilah untuk menyalin teks dari website ke website secara terus menerus. Creepypasta berbeda dengan cerpen seram pada umumnya, yaitu creepypasta hanya terdiri dari beberapa kalimat/paragraf singkat dan kebanyakan memiliki plot twist (ending yang mengejutkan) ataupun tulisannya sendiri dirangkai sedemikian rupa agar terkesan datar dan biasa saja (dengan maksud untuk menyembunyikan bagian menyeramkan dari creepypasta itu sendiri).

Kalau dilihat dari penjelasan diatas, mungkin sebagian orang akan beranggapan kalau creepypasta itu bahan bacaan yang membosankan. Eits salah! justru ini jenis bacaan yang bisa melatih ketelitian karena dalam satu cerita creepypasta biasanya ada satu kalimat atau kata yang menjadi point utama dari keanehan cerita tersebut. Atau ada juga yang jika dibaca dari bagian pangkal mungkin terasa datar namun begitu sudah mencapai bagian akhir, kita akan melihat ending yang bisa membuat kita berkata "Oh, jadi ternyata begitu ya!?"


Ciri Khas Creepypasta

Walaupun sama-sama seram, namun creepypasta dan cerita horror lainnya jelas berbeda. Yaitu seperti yang tadi dijelaskan diatas, creepypasta hanya terdiri dari beberapa paragraf dan tidak seperti cerita horror pada umumnya yang bisa sangat panjang alur ceritanya; selalu ada plot twist atau ending mengejutkan di setiap ceritanya (kebanyakan creepypasta selalu berakhir tragis); juga ada beberapa creepypasta yang alurnya terkesan biasa saja dengan maksud untuk menyembunyikan bagian utama atau misteri dari cerita tersebut (kebanyakan yang seperti ini disebut Riddle dan para pembaca biasanya tertantang untuk memecahkan misteri dari riddle tersebut); sebagian besar creepypasta juga menggunakan sudut pandang orang pertama, maksudnya adalah tokoh utama dari creepypasta tersebut selalu disebut sebagai "aku".

Nah, ini adalah sebagian contoh creepypasta yang berhasil aku rangkum setelah beberapa kali membaca dari postingan di FanPage Creepypasta Indonesia. Diantaranya adalah sebagai berikut :



1. Horror
Sesuai dengan namanya jenis yang satu ini memang terfokus pada sesuatu yang menyeramkan seperti hantu atau objek berupa makhluk gaib yang menyeramkan. 


EX:
Kemarin aku pergi ke pantai bersama anjingku. Saat aku dan anjingku sedang bermain di tepian pantai, aku melihat seorang wanita melambai-lambaikan tangannya ke arahku di tengah ombak besar. Melihat itu, aku tersenyum dan memalasnya dengan melambai-lambaikan tanganku, beberapa saat kemudian, dia menghilang. Sayang sekali. Aku pikir tadi, dia tertarik padaku.

***

2. Gore
Jenis yang satu ini lebih memfokuskan alur ceritanya/plot twistnya pada bagian-bagian tubuh yang terpotong. Contohnya adegan ketika seseorang lehernya digorok hidup-hidup, kaki atau tangannya yang terputus karena terjepit sesuatu, kuku yang tertekan kaki kursi tergesek-gesek lalu kemudian kuku itu lepas. Atau yang sejenisnya yang lebih sederhana seperti contoh dibawah.


EX:
Putriku membangunkanku sekitar pukul 11:50 tadi malam. Aku dan istriku sebelumnya telah menjemputnya dari pesta ulang tahun temannya, Sally, dan sudah menidurkannya, sebelum istriku pergi ke kamar dan aku ketiduran menonton pertandingan olahraga di ruang TV.
"Ayah," bisik putriku sambil menarik lengan bajuku. "Tebak berapa umurku bulan depan."
"Aku tidak tahu, manisku," ujarku mengantuk. "Berapa?"
Dia tersenyum dan mengacungkan empat jari.

Sekarang pukul 7:30 pagi. Aku dan istriku sudah menanyai putri kami selama 8 jam, tapi dia tetap menolak mengatakan darimana dia mendapatkan keempat jari manusia itu.

***

3. Mistery
Pengertian Mistery sendiri adalah sesuatu yang belum terpecahkan. Nah, jenis yang ini biasanya mengangkat hal-hal aneh yang diluar akal sehat dan bahkan masih belum diketahui titik terangnya


EX:
Dua pemburu berada di hutan saat tiba-tiba salah satu dari mereka jatuh ke tanah. Ia nampak tak bergerak dan seperti tak bernapas. Matanya tampak menerawang. Dengan cepat temannya menyambar handphone miliknya dan menghubungi "Layanan Darurat".
Ketika operator menjawabnya, pria itu berteriak,,,
"Teman saya sudah mati! Apa yang harus saya lakukan?" jawab pria itu panik
Operator mencoba menenangkannya. Lalu ia berkata dengan tenang,,,
"Tenang saja. Saya dapat membantu. Pertama-tama, pastikan dulu bahwa teman anda memang benar-benar telah mati." kata operator
Setelah operator itu selesai berbicara, terjadi keheningan sejenak. Kemudian sang operator mendengar suara tembakan.
"Teman saya sudah benar-benar mati!!! Sekarang Apa yang harus saya lakukan?" tanya si pria.

Postingan Lama Beranda
Langganan: Komentar (Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.

Recent Posts

  • Copyright © 2016 Template By : San-San | Powered By : Blogger